Thursday, November 13, 2008

Wahai Manusia Bumi (Puisi)

Wahai Manusia Bumi
(T.Kartika)
Sintok-Kedah Malaysia/16 Oktober 2008

Wahai manusia bumi......
Tak bisakah engkau lihat berapa banyak manusia terdampar karena lapar

Wahai manusia bumi......
Tak bisakah engkau hentikan sejenak langkahmu, hanya untuk bertanya

”sudahkah perutmu diisi hari ini?”

Wahai manusia bumi...
Tak bisakah engkau membuka mata hatimu,dan merangkul mereka dalam dekapan seorang manusia dengan penuh cinta

Ssssssst....
Dengar!
Rintih orang kelaparan
TIDAK! Itu hanya nada kehidupan
lihat!
Keringat siang gelandangan
TIDAK! Itu hanya air fatamorgana


Detik waktu bergulir....
Sang manusia tetap berkuasa
Tak ingat siapa dirinya
Angkuh dengan nikmat duniawinya
Tinggi hati dengan ucapannya
Berkamoflase dengan mimik wajahnya
Akal, jiwa dan raganya tak lagi membumi

Detik waktu kian merambat....
Sang manusia tak goyah dengan keangkuhannya
Laparnya para musafir,
Dahaganya orang miskin,
Bisikan jujur hati kecil,
Sang manusia tetap berkata ”akulah sang penguasa”

Hingga detik itu tiba.....
Ya Allah, aku bersimpuh dihadapan-Mu
Aku tak berdaya
Aku tak punya kuasa
Semua hidupku ternyata hanya milik-Mu

Jika saja Kau berikan waktu satu detik saja
Izinkan aku menjadi seorang ”manusia”

The beautiful place, Kilim Geoforest Park (Part III)


Selain terpesona dengan bentuk alamiah muka batu, pengunjung akan terpuaskan dengan datangnya burung-burung elang yang siap menyapa kita dari jarak dekat. Seorang pemandu wisata cukup memancing kedatangan mereka dengan melempar ayam hidup yang diikat kakinya, ”HAP” seketika ayam dimakan, ngeri memang melihat kejadiannya secara langsung tapi ini justru menjadi atraksi yang sangat menarik bagi para pengunjung.

The beautiful place, Kilim Geoforest Park (Part II)


Lihatlah gambar diatas dengan pandangan lurus kedepan. Jika kita jeli dan tenang maka batu yang bertengger diatas air tersebut akan menyerupai wajah seorang manusia. Disinilah nilai estetika yang menjadi perburuan para turis, untuk menggambil gambar pada kemiringan tertentu dari atas boat. Menarik dan sangat alamiah. Bentuk hidung yang mancung dan lekuk bibir yang jelas mengisyaratkan bahwa batu tersebut adalah sebuah jelmaan manusia. Dalam mengambil gambar, kami berusaha mengambil gambar dari sudut yang tepat agar bentuk raut muka terlihat dengan jelas. Dan inilah hasilnya, jepretan sahabatku yang cukup handal memegang kamera digital, karya yang indah dari Mario samuel.

The beautiful place, Kilim Geoforest Park (Part I)


Gambar yang ada diatas adalah salah satu obyek wisata unggulan yang selalu dipromosikan oleh negara Malaysia. Kilim Geoforest Park terletak di Pulau Langkawi, yang masih berada di bawah autoritas Kedah. Seperti yang teman – teman lihat, ini merupakan obyek wisata yang bisa dikatakan ”biasa” dibandingkan dengan tempat wisata lainnya. Namun, anehnya mengapa banyak sekali wisatawan berkunjung ke tempat ini? Tentu saja jawabannya karena wisata alam dengan sentuhan tingkat tinggi.

Kesan pertama di Bukit Kachi Sintok-Kedah Malaysia



Kesan pertama di Bukit Kachi

(Bukit Kachi adalah sebuah nama asrama/kolej yang sekarang telah berganti nama dengan Dewan Penginapan Pelajar Bank Rakyat)

Kami tiba di Bukit Kachi tanggal 29 Juni 2008. Perjalanan yang cukup jauh dari kota Kualalumpur yakni sekitar 10 jam, cukup membuat kami lelah. Kamar asrama yang cukup nyaman telah dipersiapkan untuk kami berdelapan. Seorang Professor yang baik hati menjemput kami di kota Changloon, sampai mengantarnya di depan asrama.

Blok F adalah blok tempat kami tinggal bersama mahasiswa lain dari berbagai negara. Aku tinggal bersama teman yang baik hati bernama Indah Kurnia Lestari.

Suasana bukit kachi yang sepi, jauh dari keramaian kota, menjadikan asrama kami cukup kondusif untuk belajar. Fasilitas yang lengkap dari mulai olah raga, kantin, mesjid, internet gratis, membuat nyaman untuk tinggal disini.Sebagian temanku mengatakan hidup di bukit Kachi seperti hidup ”in the jungle”. Tak apa ada kesan seperti itu, aku tetap menikmati hidup disini. Aku melihatnya seperti petualangan baru yang seru. Dan aku meyakinkan diri bahwa itu sifatnya hanya sementara dan pasti akan ada hal yang lebih berguna yang bisa di petik hari nanti.

Sasih Kalima di Nagri Jiran (Puisi berbahasa sunda)


Kedah - Malaysia, November 13, 2008

18.05 waktos Malaysia




Teu karasa poe nyerelek ting kolebat

Wanci ganti.....

Peuting jeung beurang ngajajap kuring

Ngudag kahayang hate anu suci

Neangan elmu di bumi jiran

Ngantunkeun kakasih hati

Teu karaos, cimata nyaclak

Inget ijab qobul anu teges diucap ku manehna

Janji kanu Kawasa, yen rek janji satia sahirup samati

Nincak bulan kalima di dieu...

Hate nyimpeun kasono

Sono anu suci

Kanu jadi salaki

Cimata kadua nyaclak….

Inget kanyaah manehna

Anu tulus tur yakin

Ayeuna kuring....

Kudu ninggalkeun manehna....

Duh Gusti....

Kuring sakitu deudeuhna

Kuring geus ikhlas hirup jeung manehna

Kuring geus netepkeun hate, manehna jalma anu soleh

Soleh keur dirina...

Soleh keur kulawargana....

Tangtu Soleh keur bojona...

Kakasih Aa

”D”

RinduKU dari Tanah Jiran


By : Titing Kartika

Kedah-Malaysia 16 Oktober 2008

Rinduku dari Tanah Jiran

Ketika aku langkahkan kaki di tanah ini

Sunyi,senyap, seolah tak ada kehidupan nyata

Ketika aku bersapa dengan angin sepoinya

Seolah ia berkata ” wahai saudaraku!”

Dan...

Ketika aku mengenal penghuninya

Mereka bertutur ”inilah alammu!”

Ya.....

Kusimpan rinduku dari tanah ini

Kuhempas nafas damai

Kubersihkan relung hatiku dengan cinta yang ada

Cinta tak pernah pergi

Iya senatiasa bersama pemiliknya

Cinta.....

Terimalah rindu tedalamku dari tanah ini

Angin....

Sampaikan rasa ini dengan tiupanmu

Mentari.....

Hangatkan kesepian yang pernah ada

Ya Allah....

Abadikan cinta dan rindu ini

Dari tanah Jiran ini